Murid MA MMH Lolos Masuk Perguruan Tinggi Negeri

Merupakan suatu kebanggan bagi mereka yang lolos seleksi masuk perguruan tinggi negeri (PTN). Prestasi usai melewati penyeleksian ketat menjadi salah satu dasar kebanggaan. Kemudian karena prestise sebagai mahasiswa PTN, apalagi PTN yang memang memiliki nama dan prestasi baik. Di sisi lain, biaya yang dikeluarkan untuk kuliah di PTN relatif murah dengan fasilitas cukup memadai. Ada pula alasan bahwa ijazah PTN memiliki janji masa depan yang cemerlang. Apapun hal yang mendasari, nyatanya nama PTN memang tak pernah luput saat masa pendaftaran.

Jalur penerimaan mahasiswa yang disediakan oleh PTN terdiri dari tiga jalan. Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), lalu Seleksi Mandiri. Sementara Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri memberikan jalur seleksi tambahan berupa Seleksi Prestasi Akademik Negeri Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SPAN PTKIN) dan Ujian Mandiri Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM PTKIN) untuk program studi keislaman.

Jalur SNMPTN dan SPAN PTKIN menggunakan prestasi semasa sekolah sebagai bahan untuk seleksi, sedangkan SBMPTN dan UM PTKIN menyeleksi peserta dengan ujian tulis, baik berbasis komputer atau cetak. Keempat jalur tersebut memberi peluang bagi peserta untuk mendaftar dan masuk di PTN lintas wilayah. Sedangkan Seleksi Mandiri diselenggarakan oleh dan dengan kebijakan masing-masing PTN.

Tahun 2018 sejumlah alumni Madrasah Aliyah (MA) Miftahul Huda Tayu lolos seleksi masuk PTN. Sebanyak sembilan nama lolos masuk PTN dengan jalur SBMPTN, 16 nama lolos lewat jalur SPAN PTKIN, dan 15 nama lolos melalui jalur UM PTKIN. Jumlah tersebut relatif banyak mengingat dari 106 murid yang diwisuda tahun 2018, tidak semua alumni mendaftar kuliah di PTN. Ada beberapa yang memilih kuliah di perguruan tinggi swasta sejak mula, melanjutkan belajar di pondok, atau langsung bekerja. Di antara nama tersebut, ada yang lolos ke PTN terbaik di Indonesia, yakni Universitas Gadjah Mada Yogyakarta dengan nama Arya Andi Irawan di program studi Teknologi Industri Pertanian.

Membahas kebanggaan, selain lolos untuk masuk di PTN, mendapatkan beasiswa kuliah juga suatu kebanggaan yang barangkali tak perlu dipertanyakan. Pada tahun 2018 ini, satu siswi MA Miftahul Huda Tayu lolos seleksi masuk PTN melalui jalur Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) atas nama Halimatun Nihayah. PBSB merupakan jalur masuk sekaligus beasiswa selama masa kuliah yang disediakan Kementerian Agama Republik Indonesia bagi lulusan Madrasah Aliyah. Ima, sapaan baginya, lolos seleksi PBSB sebagai calon mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung dengan jurusan Bimbingan Konseling.

Ada banyak subjek dan perkara yang menyokong kelolosan murid masuk PTN. Murid sendiri sebagai pelaku, pihak sekolah, dan juga tak melepas peran wali murid. Selain belajar sebagai bentuk usaha nyata, usaha spiritual seperti berdoa juga tak lepas dari sangkut paut kesuksesan. Meski menjadi kebanggaan, beasiswa atau nama PTN sejatinya tak menjadi penentu utama kebahagiaan dan masa depan, meski juga turut mempengaruhi jalan kehidupan. (Zulf)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *