Pelepasan Siswa-Siswi: Padat Isak dan Puisi

“Mari kita berpisah,

supaya cinta ini tidak menjenuhkan

supaya kerinduan ini semakin menggejala.”

— Nadhif, 2018

Kamis pagi (10/5) dipandu pasukan pembawa bendera, kelas XII yang berseragam batik khusus berjalan beriring memasuki gerbang Madrasah Miftahul Huda (MMH). Duduk terpisah antara siswa dan siswi di bawah tenda, mereka siap mengikuti Acara Pelepasan Siswa-Siswi MA Miftahul Huda Tayu Tahun Pelajaran 2017/2018, acara yang diselenggarakan untuk mereka.

Seminggu sebelumnya telah diumumkan kelulusan siswa-siswi dari Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat. Begitu pula dengan siswa-siswi MA Miftahul Huda Tayu usai menuntaskan serangkaian ujian akhir. Hari pengumuman ditetapkan oleh pemerintah pada Kamis minggu lalu (3/5) lewat pukul 3 sore. Para wali murid menjadi saksi atas pengumuman tersebut.

Keseluruhan murid kelas XII MA Miftahul Huda Tayu yang berjumlah 106 siswa dinyatakan lulus oleh Kepala Sekolah, Bapak Abdul Ro’uf, S.P., S.Pd. Sebanyak 72 murid dari peminatan Ilmu Pengetahuan Sosial dan dari peminatan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) berjumlah 34 murid berhak mengikuti Acara Pelepasan bersama wali mereka.

Acara Pelepasan yang digelar di lapangan MMH diselingi dengan sejumlah hiburan. Rebana saat pra acara, drama dari kelas X dan XI yang menambah riuh acara, lagu persembahan, dan beberapa puisi yang memadati acara. Pasukan beladiri Pagar Nusa juga ikut andil di panggung, unjuk kemampuan gerakan. Mereka tampil dengan memainkan sejumlah jurus di pengujung acara.

Suasana syahdu nan khidmat meriak saat penyerahan medali almamater dan rapor pada tiap murid. Hymne Nahdlatul Ulama (NU) yang dinyanyikan Paduan Suara el-Miftada mengiring prosesi penyerahan tersebut. Jabat tangan dengan para guru setelah menerima rapor juga tak luput mengisak batin kelas XII. Tatkala persembahan beragam lagu guru—Jasamu Guru, Terima Kasihku, dan Hymne Guru—tangis sejumlah murid pecah menambah sendu jelang siang itu.

Belum resmi dilepas bila belum dilakukan pembacaan ikrar. Ikrar dipimpin oleh Ketua Ikatan Alumni Madrasah Miftahul Huda (IKAMIFDA), Syamsudin, diikuti calon alumni. Penyandangan selempang simbolis pada satu perwakilan murid meresmikan kelas XII sebagai alumni MMH dan anggota baru IKAMIFDA.

Dalam Acara Pelepasan itu, diumumkan prestasi siswa-siswi pada berbagai ajang perlombaan luar Madrasah yang diperoleh pada tahun pelajaran 2017/2018. Rentetan kejuaraan digenggam para murid di bidang akademik, seni, maupun olahraga. Sementara perolehan nilai akademik terbaik pada angkatan tersebut diraih oleh Ahmad Tri Wahyudi dari peminatan IPA dan Inda Zubaidah dari peminatan IPS.

Bapak Darmanto sebagai wakil dari wali murid menegaskan bahwa alumni MMH harus selalu menjaga almamaternya. “Kalian harus bangga dengan MMH,” ungkap beliau, “berani tampil sebagai contoh yang baik,” tambah Bapak Darmanto.

Penjagaan diri dan almamater diingatkan pula oleh Bapak KH. Ahmad Nadhif, Lc., M.E. Penjagaan dapat dilakukan dengan pemakaian peci bagi siswa dan kerudung bagi siswi dibarengi dengan pakaian yang setipe dengan peci dan kerudung. Peci maupun kerudung, diuraikan oleh beliau dapat membantu mencegah pemakainya berbuat dosa.

Acara Pelepasan sejatinya tidak melepas siswa-siswi dari almamaternya. Mereka akan terus terikat dan diikat kendati tak mengikatkan diri lagi dengan lembaga. Mereka akan tetap dipandang sebagai orang yang pernah mencari ilmu di almamaternya, Madrasah Miftahul Huda. (Zulf)

Leave a Reply

Your email address will not be published.