Wakil HPM dalam Forum OSIS JATENG

Selasa lalu (14/8/18) Forum Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) Jawa Tengah atau disebut FOJATENG menyelenggarakan kongres mereka. Sejak didirikan tahun 2015, akhirnya FOJATENG diakui oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah (PDK Jateng). Kongres dan Pengukuhan FOJATENG berlangsung di Aula Ki Hajar Dewantara Dinas PDK Jateng yang berlokasi di Semarang.

Esoknya, 15 Agustus 2018, dilangsungkan Upacara Hari Jadi Jawa Tengah. Dalam upacara yang sama, FOJATENG mendeklarasikan Asthacita Pelajar Jawa Tengah. Hadir pula pada upacara tersebut Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

FOJATENG merupakan wadah bagi anggota OSIS dari sekolah menengah atas di seluruh wilayah Jawa Tengah. Lantaran masih dalam masa rintisan, belum banyak informasi mengenai FOJATENG dan kegiatan yang diselenggarakan. Dari 127 peserta yang hadir di Kongres dan Pengukuhan FOJATENG, lima diantaranya berasal dari sekolah di Pati. Kemudian dua dari lima pelajar Pati tersebut adalah siswi Madrasah Aliyah (MA) Miftahul Huda Tayu.

Nur Khoridani dan Khalim Reza Roziyani menjadi dua wakil Himpunan Pelajar MA Miftahul Huda Tayu (HPM) dalam FOJATENG.

Dani adalah Ketua HPM Periode 2017/2018, sementara Reza menjabat sebagai Sekretaris pada organisasi yang sama.

HPM MA

Keduanya menjadi bagian dari Divisi Sosial Kemasyarakatan FOJATENG periode 2018/2019. Setelah mengikuti Jawa Tengah Leadership Project akhir 2017 lalu yang mengenalkan mereka terhadap FOJATENG, keduanya memutuskan mengikuti acara FOJATENG lagi.

Kemudahan persebaran informasi saat ini memberikan jalan bagi HPM mengikuti acara Forum OSIS tingkat Jawa Tengah. Namun minim dan sempitnya publikasi melewatkan banyak sekolah menengah atas untuk turut serta dalam FOJATENG. Sehingga hanya dua sekolah yang menjadi perwakilan dari kabupaten Pati, MA Miftahul Huda Tayu dan SMA N 1 Tayu.

Dani berharap Forum OSIS Kabupaten Pati dan Karisidenan Pati segera terbentuk agar memudahkan pelaksanaan kegiatan FOJATENG. Di sisi lain, perkembangan Forum OSIS baik di tingkat kabupaten, karesidenan, maupun provinsi juga dapat menguatkan peran OSIS termasuk HPM. Jaringan yang terbentuk antar organisasi siswa ini kemudian dapat dimanfaatkan sebagai wadah diskusi dan saling membantu untuk membangun bangsa melalui penerusnya. (Zulf)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *